Monumen Pers Nasional

Jalan Jalan ke Monumen Pers Nasional

Menawarkan banyak sekali berbagai macam tempat wisatanya, Solo menjadi tujuan favorit bagi para wisatawan Indonesia untuk berlibur mengisi waktu liburnya. Tak hanya wisatawan Indonesianya saja, wisatawan asing pun banyak yang datang untuk menikmati tempat wisatanya. Karena masih memegang erat kebudayaan yang ada, mengakibatkan di Solo juga memiliki tempat wisata bersejarah yang terkenal, salah satunya yaitu Monumen Pers Solo.

Monumen Pers Solo sendiri merupakan museum pers nasional yang berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah. Berdiri pada tahun 1976 atas prakarsa dari KGPAA yaitu Sri Mangkunegoro VII, pertama kali dibangun fungsi hanyalah sebuah balai pertemuan. Nah seiring berjalannya waktu, gedung pertemuan ini lama-kelamaan menjadi sebuah menjadi monumen pers dengan berbagai pertimbangan.

Tak hanya pernah di jadikan sebagai gedung pertemuan, pada awal kemerdekaan NKRI, bangunan ini juga dijadikan sebagai Markas Besar Palang Merah Indonesia (PMI). Baru setelah melakukan atau terjadi persetujuan dari beberapa pihak bangunan tersebut menjadi monumen pers, dan tepat tanggal 9 Februari 1978 Presiden Soeharto meresmikannya. Banyak sekali hal yang dapat di ambil dari monumen ini, terutama sejarahnya.

Nah hal itu menjadikan monumen ini sangat cocok bagi Anda wisatawan yang ingin berlibur sembari belajar mengenai sejarah masa lampau yang terjadi di Indonesia terutama di Solo, Jawa Tengah dan sekitarnya. Banyak sekali yang mungkin Anda dapat jika berkunjung ke tempat berupa monumen pers satu ini. Oleh karana jangan lupa juga bagi Anda yang sedang berlibur di Solo dan sekitarnya, wajib untuk mengunjungi tempat berupa Monumen Pers Nasional ini.

Berbagai Cerita Sejarah di Monumen Pers Solo Yang Sangat Menarik

Pastinya Anda penasaran mengenai isi di dalam monumen satu ini kann? Dan banyak juga yang bertanya-tanya mengenai besaran tiket masuk ken Monumen Pers Nasional Solo berapa si? Oleh karena itu terus simak sampai habis, karena di bahan nanti akan kami beritahukan informasi yang Anda semua butuhkan tersebut.

Daya Tarik

Untuk daya tarik sendiri, monumen pers nasional di Solo ini menawarkan berbagai benda-benda peninggalan masa dulu dan juga sejarah yang pernah terjadi. Wisatawan atau pengunjung pertama -tama akan di berikan sajian berupa pintu utama yang dapat di lihat dari tepi jalan, nah untuk masuk dan melihat isi di dalam monumen Anda perlu masuk lewat pintu utama tersebut. Pintu utama sendiri mengarah ke sebuah aula besar yang menjadi ruang utamanya. Namun pada saat Anda datang, melewati pintu tersebut sebelum di aula Anda akan di suguhi sebuah patung dada yang berbaris lengkap dengan biografinya, kiranya ada sepuluh patung dan 5 di kiri dan 5 lagi di sebelah kanan.

Nah disamping aula tersebut terdapat sebuah ruangan kecil dimana tempat tersebut menyimpan berbagai memorabilia peninggalan dari tokoh-tokoh pers pada masa jaman dahulu, seperti R.Bakrie Soeriaatmadja, Fuad Muhammad Syafruddin dan masih banyak lainnya. Mungkin nama-nama tersebut terdengar asing di telinga, namun orang-orang tersebutlah yang menjadikan monumen ini di bangun, nah tidak hanya itu, di tengah ruangan terdapat sebuah meja yang digunakan untuk menyimpan dokumen atau berkas pers baik itu berupa koran tua, kliping, buku, dan masih banyak yang lainnya.

Selain itu disana juga terdapat 6 buah diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah pers, dimulai dari banyak kisah berbagai cara dan bentuk penyampaian berita yang di lakukan oleh orang dahulu, itu merupakan diorama pertama. Diorama kedua, menceritakan sebuah peristiwa perkembangan pers pada saat masa kolonial VOC, dimana koran-koran yang ada masih menggunakan bahasa melayu atau bahasa daerah. Pada diorama ketiga yaitu melukiskan sebuah perintisan pers oleh para tokoh pergerakan nasional di jaman pendudukan Jepang yang berhasil dalam mendirikan sebuah kantor berita.

Diorama keempat, menceritakan sebuah peranan pers nasional dalam menyebarkan kabar proklamasi kemerdekaan NKRI. Diorama kelima menampilkan perkembangan pers pada masa presiden Soekarno dan masa orba (orde baru) pada masa kepemimpinan presiden Soeharto. Diorama terakhir atau keenam sendiri menceritakan atau menggambarkan awal kebebasan pers yang dimulai pada era reformasi di bawah presiden Gusdur dan Megawati. Masih banyak lagi yang dapat wisatawan atau pengujung temukan di dalam monumen satu ini. Bagi Anda yang penasaran, lebih baik segera datang dan nikmati liburan ini sembari belajar.

Alamat Monumen Pers Solo

Monumen ini terletak di Surakarta lebih tepatnya di Jalan Gajahmada, Desa Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Bagi Anda yang masih tak tahu arah jalan menuju lokasi dapat langsung saja minta bantuan ke googla maps untuk mengantarkan atau menunjukan jalannya.

Monumen Pers Nasional Sejarah Indonesia

Alamat : Jalan Gajahmada, Desa Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah

Harga Tiket masuk

Untuk harga tiket masuknya sendiri terbilang sangat terjangkau,karena pihak pengelola hanya menjatuhi biaya masuk kepada setiap pengunjung yang datang hanya sebesar Rp 5.000 saja. Untuk bukanya sendiri buka setiap hari Senin-Jumat dari pukul 08.00 – 15.00.

Nah bagi Anda yang penasaran sekali, Anda dapat datang langsung dan menikmati sebuah sejarah yang pernah terjadi di masa lampau. Jangan lupa juga untuk membawa kamera atau hp untuk mengabadikan momen-momen unik di dalam monumen pers tersebut.

Gravatar Image
Hallo nama saya deny, salah satu blogger asal Kab. Bogor, Jawa Barat. Saat ini aktiv untuk mengulas blog tentang dunia Teknologi, SEO, dan Wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *