Candi Cetho

Mengunjungi Keindahan Candi Cetho di Atas Awan

Berlibur ke sebuah tempat bersejarah merupakan liburan dengan sensasi tersendiri tentunya. Banyak sekali hal yang Anda dapat jika mengunjungi sebuah tempat wisata bersejarah bersama teman, sahabat maupun keluarga. Salah satunya adalah kebahagian dan juga ilmu pengetahuan mengenai sejarah akan semakin luas. Nah yang akan di bahas kali ini yaitu berupa tempat wisata bersejarah di Karang Anyar yaitu Candi Cetho.

Memang sejarah Indonesia terutama pulau Jawa memang tidak akan ada habisnya dan lepas mengenai apa itu namanya kerajaan-kerajaan yang menjadi sebuah cerita tersendiri tentunya. Salah satu peninggalannya yaitu berupa candi dan prasasti-prasasti lainnya yang dapat menjadi nilai bersejarah tinggi. Memang sangat banyak sekali peninggalan-peninggalan kerajaan jaman dahulu tersebar di pulau Jawa, seperti sudah disampaikan di atas yaitu Candi Cetho.

Candi Cetho sendiri memiliki letak yang berada di ketinggian, lebih tepatnya berada di lereng Gunung Lawu yang juga di jadikan sebagai jalur pendakian menuju puncak Lawu. Berada di ketinggian menjadikan candi yang sudah memiliki nilai bersejarah itu di tambah lagi dengan pemandangan begitu indah, membuat para wisatawan atau pengunjung tertarik untuk mengunjungi sebuah tempat wisata satu ini.

Tempat wisata berupa Candi Cetho ini dahulunya merupakan sebuah tempat persembahyangan bagi kaum penganut agama Hindu pada masa kerajaan Majapahit silam. Letaknya yang berada di ketinggian menjadikan Candi Cetho sendiri terbilang menjadi salah satu candi tertinggi yang ada di Indonesia. Berada di ketinggian kurang lebih 1496 menjadikan tempat wisata satu ini juga sudah pasti memiliki sebuah udara yang begitu dingin.

Candi Cetho Yang Begitu Sangat Indah dan Keren

Nah pastinya Anda penasaran bukan mengenai apa saja si yang membuat Candi Cetho ramai dan selalu banyak pengunjung yang datang. Mari simak terus sampai akhir ulasan-ulasan berikut ini.

Sejarah Singkat

Pada jaman dahulu lebih tepatnya tahun 1842, Van de Vles pernah membuat sebuah catatan ilmiah mengenai Candi Cetho, kemudian pada beberapa tahun kedepan terdapat seseorang bernama A.J Bernet Kmppes melakukan sebuah penelitian terhadap apa yang sudah di catat oleh Van de Vlas tersebut. Dan beberapa tahun mendatang tepatnya tahun 1928, dari Dinas Purbakala Hindia Belanda menemukan sebuah candi dalam keadaan terpendam, kemudian pemerintah Hindia Belanda tersebut memperintahkan seorang untuk mengamati dan mendalaminya mengenai candi tersebut.

Nuansa Candi Cetho

Beberapa lama waktu melakukan penelitian akhirnya peneliti tersebut menemukan sebuah candi tersebut, namun pada saat pertama kali di temukan candi ini berbentuk berantakan dan mirip sebuah reruntuhan dengan 14 teras yang memanjang ke arah timur. Memiliki arsitektur bangunan bangunan yang bertingkat menjadikan ini menambah bukti bahwa bangunan atau candi tersebut adalah sebuah kultur budaya Nusantara dengan Hinduisme.

Kemudian beberapa tahun silam setelah penemuan tersebut tepatnya pada tahun 1970, candi tersebut dilakukan sebuah pemugaran yang di lakukan oleh asisten presiden Soeharto yang beranama Sudjono Humardani. Kemudian beberapa waktu setelah pemugaran candi tersebut di renovasi besar-besaran, namun hal itu tidak menghilangkan keaslian yang menjadi ciri khasnya yaitu berupa punden berundak masih tetap ada.

Untuk pemberian namanya sendiri candi ini di beri nama dengan nama lokasi candi di temukan yaitu “Candi Cetho”. Cetho sendiri memiliki sebuah arti “Terlihat Sangat Jelas”, hal itu di karenakan jika Anda berada di sana akan melihat semuanya dengan sangat jelas karena desa tersebut berada di ketinggian. Sehingga Anda akan di suguhi dengan sebuah hamparan luas perkebunan dan sebuah sawah.

Daya Tarik

Daya tarik yang di berikan sendiri berupa arsitektur yang memiliki sebuah seni, hal itu dapat dimanfaatkan oleh Anda para pengunjung untuk di jadikan sebuah latar belakang foto. Pastinya akan menambah kesan indah dan mempesona jika berfoto di area candi, apalagi yang mengambil foto memiliki sebuah keahlian tersendiri.

Yang akan menambah cantiknya lagi yaitu Candi Cetho yang berada di atas ketinggian atau pegunungan menjadikan pemandangan yang di berikan juga sangat oke dan sangat instagramable sekali. Selain itu pengunjung yang datang ke tempat wisata candi Candi Cetho ini juga ingin belajar mengenai sejarah yang ada dan juga menenangkan pikiran dengan menghirup udara segar khas pegunungan yang akan membuat Anda semakin betah.

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuknya sendiri terbilang sangat-sangat terjangkau sekali yaitu pihak pengelola menjatuhi harga tiket sebesar Rp 7.000 untuk setiap pengunjung yang ingin masuk. Adapun tambahan lainnya paling seperti uang parkir, untuk pengunjung yang datang menggunakan kendaraan roda dua akan di kenakan biaya parkir sebasar Rp 2.000 saja, sedangkan untuk pengunjung yang membawa kendaraan roda 4 akan di kenakan biaya parkir sebesar Rp 5.000.

Setelah Anda para pengunjung membeli tiketnya maka akan di beri atau dipinjami sebuah kain poleng yang harus dikenakan. Petugas akan membantu mengenakan atau memakaikannya, biasanya dikenakan di bagian pinggang. Hal itu merupakan sebuah penghormatan atau adat yang sudah ada dari dahulu sehingga Anda para pengunjung untuk menggunakannya.

Rute Perjalan Menuju Lokasi Candi

Memiliki sebuah lokasi yang berada di lereng atau kaki Gunung Lawu, tepatnya berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, mengharuskan pengunjung yang ingin datang ini harus benar-benar mengetahui rutenya. Karena hal itu tidak di karenakan tidak ada angkutan umum yang dapat mengantarkannya untuk sampai di lokasi.

Lokasi Candi Cetho

Oleh karena itu jalan satu-satunya yaitu Anda di haruskan untuk membawa kendaraan sendiri atau naik ojek untuk dapat ke tempat wisata satu ini. Walaupun jalan disana sudah terbilang halus dan beraspal namun Anda harus tetap berhati-hati karena kondisi jalan disana berlika-liku, sempit dan memiliki sebuah tanjakan yang cukup tajam.

Nah untuk rutenya sendiri bagi Anda pengujung yang datang dari arah Jogja, Semarangnya, Sragen dan sekitarnya langsung saja arahkan kendaraan Anda menuju ke arah Solo. Jika Anda sudah sampai Solo, arahkan kendaraan Anda menuju terminal Karang Pandan dan ikuti jalan utamanya yang melintang di depan terminal tersebut sampai nantinya Anda bertemu dengan gapura besar bertulisan “ Kawasan Wisata Sukuh Cetho”.

Setelah melewati gapura tersebut maka Anda akan sampai di Kemuning dan disana Anda akan menjumpai sebuah rambu yang akan menunjukkan ke lokasi tempat wisata Candi Cetho ini. Namun jika Anda masih mengalami kebingungan maka Anda dapat meminta bantuan kepada google maps di hp kesayangan milik Anda para pengunjung.

Nah itu dia beberapa informasi mengenai tempat wisata bersejarah berupa Candi Cetho, bagi Anda yang ingin berlibur ke lokasi ini jangan sampai lupa untuk mengajak teman, sahabat dan keluarga. Selalu bawa kamera atau hp untuk mendokumentasikan tempat wisata satu ini dan sekedar saran, jika Anda datang ke tempat wisata satu ini dan mengendari sepeda motor atau mobil terlebih dahulu untuk mengecek kondisi kendaraan yang akan di bawa berlibur ini, agar tidak terjadi hal yang tak di inginkan.

Gravatar Image
Hallo nama saya deny, salah satu blogger asal Kab. Bogor, Jawa Barat. Saat ini aktiv untuk mengulas blog tentang dunia Teknologi, SEO, dan Wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *